Senin, 19 Mei 2014

Sabarlah duhai hati..



Harusnya diri ini tetaplah selalu bersyukur walau apapun yang terjadi.

Di saat satu sisi kita mendapatkan suatu masalah, namun lihatlah di sisi yang lain kita dapat mengambil hikmahnya untuk menuju perbaikin kita ke arah yang lebih baik.

Teruslah bermuhasabah diri

Ketika kamu dicemooh atau diremehkan oleh orang, janganlah hanya terpaku pada seseorang yang membuat dirimu itu terjatuh dan tak berdaya. Lihatlah, masih ada orang yang masih peduli dan pengertian kepadamu. Masih ada orang yang mau memaafkan dan mengingatkan ketika kamu salah.

Pentingkan penilaian Allah dan orang-orang shaleh. Insya Allah kita tidak akan rugi dan kecewa.

Tidak ada salahnya, jika seseorang bersikap buruk terhadap kita, minta maaflah terhadap sesuatu yang membuat dia menjadi bersikap buruk. Meskipun kita tidak berniat untuk melakukannya atau kita melakukan tanpa kesadaran.

Tidak menjadi tanggungan kita jika sudah meminta maaf lalu seseorang tidak memaafkan bahkan mengungkit-ungkit kesalahan kita. Allah Maha Tahu isi hati kita.

Meminta maaf adalah cara anggun untuk menyelesaikan masalah. Tidak akan membuat harga diri kita jatuh bahkan meminta maaf akan meningkatkan harga diri kita di hadapan Allah. Subhanallah..

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah meyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
(QS. Ali Imran : 133 – 134)



Semoga bisa menjadi lapang dan bisa menjadi orang-orang yang bertakwa karena bisa memaafkan.
Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin..

Jumat, 16 Mei 2014

My Ukhti (Pesan untuk Muslimah)

Assalaamu'alaykum Warahmatullohi Wabarokatuh...

Bismillaahirrahmaanirrahiim..



Ukhti fillah.. Jika boleh aku meminta. Wajahmu kian menawan hati ku.
Sampai.. membuatku gusar tak menentu.
Khawatir, jika ada yang mengganggumu.

Ukhti.. engkau bak mutiara di lautan. Biarlah ia berada dalam cangkangnya yang cantik.
Namun tak diketahui siapapun. Karena engkau terlindungi olehnya.

Ukhti.. biarlah wajah cantikmu tertutupi oleh akhlakmu yang menawan.
Tak perlu engkau tampilkan wajah itu kepada siapapun.
Karena akan mengundang mata memandang.

Ukhtiku.. Biarlah mutiara itu berkembang menjadi mutiara yang indah.
Tak perlu kau tampakan pada siapapun kecuali suami mu.

Ukhtiku.. yang disayangi Allah.
Jika boleh aku meminta, jagalah wajah-wajah mu.
Jangan engkau biarkan ia tampil menggoda di dunia maya.
Baik Facebook, di Twitter, apalagi dunia nyata sekalipun.
Maka, jika boleh aku meminta, aku cuma ingin agar engkau TERJAGA.
TERJAGA dari pandangan, pandangan yang hanya terlena dengan WAJAH mu.


Karena engkau adalah mutiara.