Apa arti keluarga bagimu?
Pernahkah sekali saja melaksanakan shalat berjamaah dengan keluargamu?
Jika pernah, kapan terakhir melakukannya?
Jika belum, pernahkah terbesit keinginan untuk shalat berjamaah dengan mereka?
Pernahkah sekali saja melaksanakan shalat berjamaah dengan keluargamu?
Jika pernah, kapan terakhir melakukannya?
Jika belum, pernahkah terbesit keinginan untuk shalat berjamaah dengan mereka?
***
Semenjak aku masuk UI dan merasakan bagaimana rasanya jauh dari orangtua, aku mulai memimpikan suatu saat bisa shalat berjamaah di rumah bersama mama, papa, dan adik-adikku. Hanya saja, aku tidak pernah berani mengungkapkannya.
Kadang ketika sedang melaksanakan shalat berjamaah di sebuah masjid, keinginan itu muncul lagi. Kapan ya Allah? Apakah suatu saat aku bisa mewujudkan keinginanku? Aku hanya bisa berdoa pada Allah.
Semenjak aku masuk UI dan merasakan bagaimana rasanya jauh dari orangtua, aku mulai memimpikan suatu saat bisa shalat berjamaah di rumah bersama mama, papa, dan adik-adikku. Hanya saja, aku tidak pernah berani mengungkapkannya.
Kadang ketika sedang melaksanakan shalat berjamaah di sebuah masjid, keinginan itu muncul lagi. Kapan ya Allah? Apakah suatu saat aku bisa mewujudkan keinginanku? Aku hanya bisa berdoa pada Allah.
***
Di setiap akhir shalat, aku selalu menyisipkan doa agar suatu saat bisa shalat berjamaah dengan keluargaku, mendengar ayahku membaca surat Al Fatihah dan menjawab Aamiin di belakangnya.
***
Aku gemetar. Di depanku ada sesosok pria setengah abad yang matanya sangat mirip dengan mataku, di depanku ada pria yang sangat mudah menangis sama seperti aku, di depanku ada seorang pria yang selalu mengantar jemputku ketika sekolah dulu, di depanku ada pria yang rela berlelah-lelah sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhanku, di depanku ada dia yang begitu menyayangiku tapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya padaku.
Aku benar-benar gemetar mengatakannya.
“Papa, jangan marah, yaa..” Aku masih terisak... Entah mengapa sulit menghentikan tangisanku.
“Aku ingin bisa merasakan indahnya shalat berjamaah di keluarga ini, mencium tangan papa, berdoa sama papa. Cerita bahwa disana aku selalu merindukan papa.”
Papa menangis. Mama sudah menangis dari tadi. Ketiga adikku terpana melihatku sambil menangis. Aku? Kalian sudah tahu.
Kami semua menangis.
Aku masih berusaha melanjutkan semampuku.
“Pa... Aku cuma takut terlambat mengatakannya. Siapa yang bisa jamin aku masih bisa ketemu papa lagi besok. Aku takut nggak dikasih kesempatan lagi untuk jadi makmum-mu besok. Aku takut tidak sempat merasakan indahnya mengucapkan “Aamiiinn” ketika shalat bersamamu. Aku ingat keluarga almarhum Pak X, aku tidak tahu dan tidak bisa menjamin apakah mereka sudah pernah shalat berjamaah walau hanya sekali selama perjalanan hidup keluarga mereka. Atau mungkin keluarga Pak Y yang sampai saat ini belum dikaruniai anak, mungkin selama ini mereka ingin punya anak, dan ingin bisa shalat berjamaah dengan anak-anaknya.”
“Aku ingin shalat berjamaah sekali saja, sebelum ada dari kita yang mungkin meninggalkan rumah ini satu-persatu, sebelum aku menikah dan mulai jarang pulang ke rumah, atau sebelum Allah memisahkan kita.”
Hari ini pertama kalinya aku melihat ayahku menangis bukan karena rindu pada ibu yang jarang dikunjunginya, bukan karena masalah yang tak pernah ia ceritakan pada kami anak-anaknya, tapi karena aku, putri sulungnya, berhasil memeluk tubuh kurusnya di depan mama dan adik-adikku sambil terisak mengatakan bahwa aku begitu menyayanginya.”
(Petikan buku “Mahasiswa-mahasiswa Penghapal Quran”)-Irma Nuryanti (Alumni Fak. Kesehatan Masyarakat UI/2010)
:’(
Apalah daya ngetik petikan kisah ini sambil brebes mili T_T
Keingat masa-masa jaman SD, bapak rela banjir2an jemput aku, rela hujan2an antar ke sekolah pake motor yang jarak dari rumah ke sekolah itu ga deket :”
Keingat di imamin shalat terawih, denger adzan bapak di mushola.
Pernah denger suara adzan di samarinda yang mirip banget sama bapak, pas lagi kangen2nya pengen pulang.
Selalu terpikir belum bisa sedikit aja kasih kebanggaan yang membahagiakan.
Semoga Allah selalu melindungi dan selalu memberi kesehatan. aamiin
Samarinda, Pondok Istiqomah
11 Januari 2016
00.12 WITA





